X Trans Vs City Trans

Bisnis travel point to point (PTP) kini semakin marak saja. Dengan dibukanya akses Jakarta Bandung melalui tol Cipularang, banyak pengusaha yang tertarik membuka bisnis ini. Strategi setiap travel untuk menggaet pelanggan berbeda-beda, walaupun core productnya tetap sama dan tentunya menarik untuk kita bahas. Dimulai dari X trans, melihat adanya needs dan peluang yang ada, X trans mencoba masuk ke bisnis ini. Berbisnis dalam blue ocean yang tak ada pesaing dan memposisikan diri sebagai travel point to point di mata konsumen. Menyediakan produt yang sesuai, dengan price yang pas (pada waktu itu Rp 40.000,-, kalau tidak salah). Dari Place, mereka membuka point di cihampelas (bandung) dimanakawasan tersebut cukup mudah untuk dijangkau dan tentunya mereka melalukan strategi promosi yang baik. Tak salah apabila xtrans menguasai market share dan berjaya. Melihat peluang yang ada, Cipaganti Grup, yang memang sudah ternama, mengikuti xtrans,mereka membuka cipaganti travel, Blue became red. Tentunya mereka mengambil sebagian pangsa pasar, tetapi market share terbanyak tetap dikuasaioleh Xtrans.

Semakin lama, cukup banyak bermunculan usaha yang serupa. Mereka bermunculan menyediakan produk yang sama, tetapi karena trust dari konsumen dan positioningnya yang kuat, xtrans tetap diatas. Muncul satu perusahaan bernama city trans. Sedikit berbeda , mereka mempunyai target market yang sedikit berbeda, yaitu kalangan mahasiswa dan konsumen yang mengutamakan kenyamanan. Differentiation yang mereka tawarkan adalah single seater untuk setiap penumpang mereka. Mereka benar-benar mengutamakan kenyaman penumpang di jalan. Oleh karena itu,mereka memposisikan diri sebagai travel yang mengutamakan kenyamanan penumpangnya. Awalnya konsumen belum aware. Tetapi dengan promosi yang tepat dan mengandalkan akitifitas word of mouth, city trans manjadi travel yang cukup besar. Apalagi dengan berbagai promosi menarik yang ditawarkan, se[erti dia memiliki kartu anggota untuk memaintain customer mereka, dapat pesan tiket online dan bekerjasama dengan bank mandiri, menyediakan fasilitas discount 50%. Hal tersebut cukup menarik konsumen untuk menggunakan city trans.

Kini X Trans tergoyahkan, melihat pesaingnya mulai besar dan one step ahead. Xtrans memposisikan diri sebagai pionir dalam Travel PTP dan mengandalkan rasa trust dari konsumen. Akan tetapi, apa itu yang dibutuhkan oleh konsumen?? Setiap travel sudah menyediakan hal yang sama, kita harus memberikan pembeda. Layaknya kompetisi dalam sebuah red ocean, kita tidak bisa menyediakan sesuatu yang standar, tetapi melihat additional needs dalam konsumen yang memang mereka inginkan, dan city trans sudah mulai menjawab hal tersebut. Apakah Xtrans tetap berjaya dengan traditional concept mereka, saya ragu akan hal itu.

5 responses to this post.

  1. Posted by chico hindarto on January 14, 2009 at 5:43 pm

    Pernah ada kritik mengenai legalitas transportasi seperti ini, karena mereka menggunakan plat mobil hitam (bukan kuning seperti layaknya angkutan umum). Bisa jadi kalau mengikuti aturan angkutan umum yang disertai biaya sana-sini, akan menurunkan daya saing transportasi seperti ini.

    Reply

  2. Posted by Bayu Seto on January 14, 2009 at 6:21 pm

    MMmm..thanx pak chico atas comment nya..kalau saya berpandangan lain. apabila dia mengikuti aturan angkutan umum justrus semakin memantapkan posisi dia sebagai travel yang profesional. selain itu, mereka justru akan mendapatkan trust yang lebih dari konsumen karena konsumen menilai travel tersebut cukup konsisten dalam bisnis mereka..
    trims..

    Reply

  3. analisa yang bagus, sebagai konsumen dari layanan P to P, layanan City Trans terasa jauh lebih memuaskan dan memberikan perbedaan tersendiri.

    Reply

  4. service seperti ini yang diinginkan para konsumen yang bisa bekerja jkt-bndg dan waktu yang fleksibel

    Reply

  5. sebetulnya pada saat bisnis ini sudah tidak lg pada Blue comp. what kind of differentiation do they need? utk membangun awareness kpd customer.. city trans dengan single seater membuat kita lebih nyaman ato malah membatasi ruang gerak yg ada,sperti yg kita tahu jarak yg di tempuh tdk dekat.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.