Salam Marketer,
Sudah lama saya tidak mengisi milis ini. Nah begini marketers, Ceritanya saya kemarin jalan-jalan di kawasan cibadak bandung mencari sebuah kotak kue untuk hadiah natal. Di daerah tersebut cukup banyak toko grosiran, beitu pula yang menjual kotak kue. Karena tidak tahu yang mana yang murah dan bagus, saya coba tanya sama tukang parkir, dia pun menunjuk sebuah toko “94”, kenapa dia menunjuk toko itu yah. Saya tidak langsung percaya, mencoba jalan dan bertanya ke toko grosir rokok di dekat situ, dia pun menunjuk toko “94” tersebut, katanya “oo..kalo yang jual itu toko “94” tuh yang diseberang, bilang aja disuru ci mei lin kesana”. Tanpa basa basi saya menuju toko “94” tersebut. akhirnya saya beli beberapa kotak kue yang saya heran adalah, padahal barangnya sama dengan tok lain, harga tidak terlalu berbeda. Akan tetapi, apa yang menyebabkan 2 orang yang saya tanya menunjuk toko ini. This is example of “word of mouth” marketing right??
Tentunya kasus tersebut menunjukkan apa alasan kedua orang tersebut memilih mempromosikan toko tersebut. padahal dibayar saja tidak. Hal seperti ini merupakan keuntungan tersendiri untuk toko “94” tersebut karena secara tidak langsung orang di sekitar toko tersebut mempromosikan toko “94”. Dan untuk orang baru seperti saya pasti memilih toko yang memang direkomendasikan. Setelah saya tanya ternyata hubungan toko “94” tersebut cukup baik dengan lingkungan sekitar. Ketika saya duduk sejenak sambil menulis artikel saya ini, saya melihat relationship yang di bangun pemilik toko tersebut dengan tukang parkir, tukang dagang di depannya cukup baik. Terlihat dia bercakap-cakap dengan serunya. Apa yang diciptakan dari hal tersebut?? good emotional relationship. Dengan baik nya hubungan kita dengan sekitar, maka hubungan emotinal semakin baik. Begitu pula hubungan yang diciptakan pemilik toko tersebut dengan konsumen (dalam kasus ini adalah saya), cukup nyaman berbicara dengan pemilik toko ini dan menimbulkan rasa trust bagi saya ketika membeli produk di toko ini, dan tentunya saya akan menjadi pelanggan toko ini. Dari cara dia berkomunikasipun menghasilkan hubungan emotional yang sangat baik cukup dekat dengan konsumen dan melayanani saya dengan baik. Selain itu, mengapa toko grosir tadi mempromosikan toko ini karena ternyata mereka dalam satu komunitas lintas alam di bandung. Ooo..pantas saja kalau begitu.
Nah dari contoh diatas, untuk mencipatan sebuah positive word of mouth, salah satu tips yang harus dilakukan sebuah product adalah:
1. Buatlah sebuah hubungan emotional yang baik.
Kini adalah era modern marketing, dalam mengkomunikasikan productnya, marketer tidak hanya membuat konsumen tahu dan membeli saja, but brand has to has good emotional relationship with their consumer. Dengan mempunyai hubungan emosional yang baik dengan konsumen, maka konsumen akan merasa memiliki brand tersebut. Mereka merasa lebih nyaman menggunakan brand tersebut dan tentunya ada rasa trust dalam diri mereka tentang brand yang mereka gunakan. Even quality dari product kita biasa. Dengan good emotional relationship, our consumers will fell comfort, trust about your product. Itu dikarenakan hubungan emosional tadi yang mempengaruhi sugesti dari konsumen. And finally, they will promote ur product to others with free!!!wow..!!and then,,someday, dengan adanya good emotional relationship ini, anda tidak harus mengeluarkan budget yang besar to promote ur product.
2. Coba masuk dalam suatu komunitas
Hubungan antara anggota dalam sebuah komunitas cukup baik, terutama dari segi emosi. Mereka merasa saling memiliki satu sama lain dan umumnya akan saling melindungi satu sama lain. Ketika brand kita masuk dalam sebuah komunitas dan diterima, mereka akan merasa memiliki brand kita akan promote our product and buzz!!!product kita akan cepat dikenal oleh konsumen, terutama konsumen tersebut. Dalam artikel berikutnya akan saya paparkan pendapat saya mengenai brand in community.
Nah, marketer, 2 hal diatas adalah salah satu trik apa bila brand ingin mempunyai word of mouth yang baik. Tentunya syaratnya bukan hanya itu, tapi banyak. Akan tetapi hal tersebut adalah point yang bisa diambil dari pengalaman saya kemarin. Mudah-mudahan saya bisa mendapatkan pengalaman kembali dan bisa share dengan para marketer.
So, yang perlu kita diskusikan adalah bagaimana pendapat para marketer sekalian ??apa setuju atau tidak??dan bagaimana menciptakan sebuah good emotional relationship with consumers?? Any idea???
Bayu Seto
Email : bayuseto21@yahoo.com
Blog : bayuseto21.wordpress.com
YM : busanamuslim_ayunda@yahoo.com
Posted by LiA on December 21, 2008 at 6:11 pm
How to make emotional relationship with customer? Hmm.. Let see.. I think it’s kinda tricky because playing with emotion is very very subjective, isn’t it?
Anyway, nice work! =)
Posted by ajiperdana on January 13, 2009 at 9:29 am
artikel yang menarik..
konon katanya WOM juga udah populer di banyak negara maju dan di masa yang akan datang bakal lebih berkembang lagi..
Posted by Bayu Seto on January 14, 2009 at 6:18 pm
Lia..playing emotion is very subjective..betul..disinilah tantangan marketer,bagaimana dia dapat menyentuh sisi emosi dari pelanggan mereka. Apabila mereka berhasil menemukan hal tersebut, tentunya dampaknya akan besar untuk strategi pemasaran mereka…
trims..